ISLAM DAN HIJRAH : SIA - SIA AMAL JIKA BERIMAN DISERTAI KEMUSYRIKAN
Sudah sepatutnya sebagai seorang yang beriman untuk selalu meminta (berdoa) dan berharap kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas segala yang kita butuhkan dan inginkan. Tidak sepantasnya kemudian kita mempersekutukan Allah Subhanahu wa ta'ala dengan yang lainnya, baik yang diakui sebagai perantara semata maupun sebagai substitusi atas Allah Subhanahu wa ta'ala . Kemusyrikan bukanlah perkara yang ringan dan bisa diremehkan. Sekalinya kita meremehkan, maka tidak menutup kemungkinan kita akan semakin sulit untuk bertaubat dan berhijrah dari perkara – perkara kemusyrikan. Terlebih jika telah ikut merasakan kenikmatan dunia setelah musyrik. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman terkait pelaku musyrik hingga ia meninggal : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbu...